Kurban Sebagai Ibadah Sosial

495 views

Saat ini umat Islam tengah memasuki bulan Dzulhijjah atau biasa disebut bulan haji atau bulan kurban. Selain terdapat kewajiban ibadah haji, umat islam juga dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih hewan kurban, yakni kambing, sapi, unta, atau kerbau. Anjuran berkurban diperuntukkan bagi mereka yang mampu atau memiliki harta untuk berkurban, utamanya bagi mereka yang memiliki harta lebih atau kaya.

Selain umat islam diberi kewajiban untuk melaksanakan ibadah yang sifatnya vertikal atau berhubungan langsung dengan Allah, juga dianjurkan untuk melaksanakan ibadah yang sifatnya horizontal atau ibadah sosial. Di antara ibadah yang mengandung unsur sosial tersebut adalah berupa ibadah kurban. Mengapa kurban disebut dengan ibadah sosial. Karena tidak lain daging kurban akan dibagikan dan dinikmati oleh sesama umat Islam, sehingga ibadah kurban memiliki efek yang dapat dirasakan juga oleh sesama.

Dengan adanya ibadah kurban, umat Islam dilatih dan didorong memiliki jiwa kepeduliaan dan jiwa sosial dengan berbagi kepada sesama. Dengan berkurban otomatis akan membagikan sebagian hartanya untuk berbagi kepada sesama berupa daging kurban. Manusia selain membutuhkan protein nabati, juga membutuhkan protein hewani untuk kesehatan tubuh. Berhubung tidak semua umat Islam adalah orang kaya, ada juga yang miskin, maka agama menganjurkan orang-orang kaya untuk menyembelih hewan kurban, yang nantinya bisa diberikan dan dirasakan oleh orang-orang miskin juga, dan dari itulah bentuk dari ibadah sosial berupa ikut serta peduli akan kebutuhan protein bagi sesama.

Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (al-Kautsar:2) ayat tersebut menjelaskan bahwa pentingnya keseimbangan antara bentuk ibadah yang sifatnya murni berhubungan langsung dengan Allah atau vertikal dalam ayat ini berupa sholat, juga ibadah yang sifatnya berhubungan dengan sesama (horizontal) atau ibadah sosial berupa ibadah kurban (dalam contoh ayat tersebut).

Bagi orang yang diberi harta lebih, namun tidak mau mengeluarkan hewan kurban terdapat ancaman seperti disabdakan Rasulullah, “barangsiapa yang memiliki kelapangan tapi tidak menyembelih kurban, janganlah mendekati tempat salat kami.” (HR. Ahmad)

Keistimewaan berkurban Rasulullah bersabda, “perbuatan seseorang pada hari kurban yang paling disukai Allah adalah mengalirkan darah (menyembelih hewan kurban). Sesungguhnya hewan kurban tersebut akan datang pada hari kiamat dengan tanduknya dan kukunya. Sesungguhnya darah itu akan tiba di tempat di sisi Allah sebelum jatuh di atas bumi. Maka berbahagialah dengan hewan kurban tersebut.” (HR. Tirmidzi)

Wallahu A’lam.


Comments

Leave a Reply