116 views

Persembahan untuk Istri-Istri Sahabat Ansor-Banser-Rijalul Ansor

Istriku

jika bidadari turun

sudi menikahiku

          melahirkan anak-anakku

pergi ke pasar dan lalu memasakkan menu kesukaanku

niscaya, itu kamu

tak ada keindahan yang perlu kupandang

tiada wanita yang penting untuk kuimajinasikan

karena bidadariku

adalah dirimu

.

Istriku

          tahukah kau

Langkah ini adalah tentang dirimu dan anak cucu kita

Hidup bukanlah tentang bekerja

          Mencari nafkah

                     Lalu setiap akhir pekan keluar melepas penat

                               Di tempat hiburan

Hidup adalah adalah tentang ibadah

.

Istriku

Tau sendirilah kau

bahwa suamimu ini tidaklah alim hingga dipanggil ustadl

          Tak juga keturunan langsung dari kiai hingga disapa “monggoh gus”

          Tak juga kaya raya hingga mampu berkarya lewat harta

Istriku

          Hanya ini

mampu suamimu

          Dan hebatnya

                     Kau mau terima Aku

.

Istriku

Nabi SAW berkata,

          “sebaik-baik manusia adalah yang paling memberi manfaat”

Istriku

          Itu kamu

Hari-harimu kau curahkan untuk merawat anak kita

Menata rumah hingga terlihat serius berumah tangga

Bahkan

kau masih sempat mengingat

menu kesukaanku

                    racikan kopi favoritku

                    rokok kesayanganku

Istriku

Bahkan dirimu jauh lebih memberi manfaat dari Aku

.

Istriku

Suamimu ini keluar hanya untuk mencari nafkah

Setiap pergerakannya ditukarkan dengan rupiah

Sedang dirimu?

Setiap pergerakanmu adalah Khidmah

Setiap ucapmu adalah doa

Setiap tatapanmu adalah cinta

Istriku

Surgamu sepandangan mata

.

Istriku  

Suamimu

Yang Tanpa ilmu

tanpa harta

tanpa nasab yang diaku

juga ingin sebermanfaat dirimu

.

Istriku

Jika Aku izin keluar untuk rapat

          biarkan Aku

          karena suamimu

Yang Tanpa ilmu

tanpa harta

tanpa nasab yang diaku

juga ingin sebermanfaat dirimu

.

Istriku

Jika Aku izin ngepam

          Mengawal habaib

Mengawal kiai

          Mengawal gawagis

          Mengawal manusia-manusia pilihan yang jaraknya dengan Allah hanya sepandangan

Relakan Aku

karena suamimu

Yang Tanpa ilmu

tanpa harta

tanpa nasab yang diaku

juga ingin sebermanfaat dirimu

.

Istriku

Mungkin Aku telat pulang

Atau pulang kepagian

Juga bercanda keterlaluan

          Karena membicarakan janda desa sebelah

Maafkan Aku

Ingatkan Aku

bahwa suamimu

Yang Tanpa ilmu

tanpa harta

tanpa nasab yang diaku

juga ingin sebermanfaat dirimu

.

Istriku

jika bidadari turun

sudi menikahiku

          melahirkan anak-anakku

pergi ke pasar dan lalu memasakkan menu kesukaanku

niscaya, itu kamu

Istriku

Aku Mencintaimu

.

Ahmad Miftahul Haq, M.Pd.

Kajian dan Pemikiran Keislaman PW GP Ansor Jawa Timur


Comments

Leave a Reply