Bulan Ramadlan, Mas Atho’ Serap Aspirasi Masyarakat

58 views
Mas Atho’ saat melakukan Reses.

Mojokerto, Gerakan Santri Milenial

Bulan Ramadlan tidak menyurutkan semangat wakil rakyat untuk mendengar aspirasi masyarakat. Justru di momentum Ramadlan ini, dimanfaatkan untuk mengakrabkan diri dengan masyarakat. Jumat (06/05/2021), Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Jatim, Ahmad Athoillah menggelar Reses II Tahun 2021 di depan halaman rumah Gus Masduki di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Acara yang digelar di sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan ini berlangsung khidmat dirangkai dengan santunan anak yatim. Turut hadir pula Ketua F-PKB DPRD Kabupaten Mojokerto, Abdul Hakim dan Pitung Hariyono.

Mas Atho’ menyampaikan bahwa agenda Reses II dilaksanakan di bulan puasa ini karena pentingnya wakil rakyat untuk mendengar keluhan dan menerima saran untuk diperjuangkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

“Di sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan ini mudah-mudahan kita semua mendapat Lailatul Qa dar, dan semua yang daisini untuk duduk berdiskusi bersama menemukan solusi yang dialami masyarakat. Insyaallah juga tercatat sebagai amal ibadah di bulan Ramadhlan,” kata pria kelahiran Denanyar, Jombang tersebut.

Masyarakat pada momentum Reses dewan ini pun diberi kesempatan untuk memberikan usulan maupun permintaan yang akan ditampung dan diupayakan serta disesuaikan dengan peraturan yang ada.

Salah satu warga Klinterejo menyampaikan keluhannya tentang harga panen padi yang dinilai tidak sesuai dengan biaya tanam.

“Kami merasa dipermainkan dengan harga penjualan saat kami panen. Mungkin wakil kami baik yang di DPRD Provinsi Jatim maupun kabupaten bisa merumuskan regulasi yang tepat mengenai hasil panen kami, mungkin salah satunya lewat bulog atau pun lainnya,” tutur Sulaiman.

Disambung dengan masukan dari warga lainnya yang mewakili ibu-ibu yang meminta adanya pemberdayaan.

“Mungkin salah satunya dengan memberi pelatihan pembuatan produk atau mungkin bisa diberikan bibit buah atau sayur yang bisa kami rawat di kebun kami. Harapannya agar kami sebagai ibu rumah tangga juga bisa diberdayakan,” ungkap Ibu Nur.

Selain itu, juga banyak keluhan lainnya seperti waduk yang harus diperbaiki, mushala, masjid, dan infrastruktur lainnya.

Setelah mendengar berbagai keluhan masyarakat, Mas Atho berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait sesuai dengan yg dikeluhkan masyarakat.

“Utamanya adalah soal ekonomi masyarakat. Tentu kami akan meneruskan dan mengawal pemerintah. Agar aspirasi masyarakat terwujud dan masyarakat bisa sejahtera,” tambahnya.

Terkait dengan pemberdayaan ekonomi, Mas Atho’ menyebut ada banyak peluang bisnis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Misalnya pelatihan membuat kue, hidroponik, dan lainnya.

“Yang jelas, kami akan bantu agar masyarakat bisa dapat pelatihan keahlian, itu sangat penting untuk meningkatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Karena roda perekonomian dampak terbesar berasal dari UMKM,” pungkasnya.


Comments

Leave a Reply