Belajar Kehidupan dari Bermain Layang-Layang

430 views

Dulu, kita semua pasti pernah bermain permainan yang asyik dan seru yakni, bermain layang-layang. Waktu kecil bersama teman-teman, entah di lapangan ataupun di sawah atau bahkan di atas genting rumah, kita menikmati permainan ini. Kenikmatan dan keseruan itu terkenang hingga dewasa, bahkan sampai tua.

Namun, bermain layang-layang bukanlah sesuatu yang mudah. Pasalnya bermain layang-layang banyak sekali rintangan dan halangan, mulai dari tidak ada angin, nyangkut di antena tetangga, hampir terbang tapi malah benangnya putus, hingga susah sekali untuk menerbangkanya.

Tapi, rintangan itu menjadi sebuah kenikmatan dan keindahan tatkala layang-layang sudah berhasil diterbangkan di langit luas, keadaan akan menjadi tenang dan indah seperti tidak ada apa-apa sebelumnya. Pemain akan menikmati keindahan layang-layang yang terbang bebas, sambil memantau dan kadang kala mengatur biar selalu tenang.

Kadang kala saat sudah terbang tinggi dan tenang, ada aja ujian yang menghampiri, mulai dari terlalu kencangnya angin, benang terputus, dan sebagainya. Tapi hal itu, bukan datang terus-menerus, hanya satu dua kali saja tidak terus menerus.

Begitulah dengan kehidupan, jika ingin mencapai cita-cita, tujuan atau goal. Kita harus siap menerima ujian, rintangan, dan halangan yang akan menghampiri saat sedang berproses mewujudkan cita-cita tersebut. Kehidupan tidak semuanya harus mulus, kadangkala ujian datang untuk melatih kesabaran dan keteguhan dalam mewujudkan cita-cita.

Di saat rintangan tersebut sudah berhasil terlewati dengan mulus, maka semua itu berlahan-lahan akan menjadi indah dan istimewa. Tinggal menikmati kesuksesan dari jerih payah yang sudah di rasakan waktu itu. Sebuah kenikmatan tersendiri tatkala kesuksesan diraih dengan perjuangan dan jerih payah yang keras.

Tapi perlu ingat, saat sudah sukses, sudah berhasil, sudah di atas, bukan berarti ujian tidak akan datang, masih ada tapi hanya sekedar lewat. Tuhan kadang kala akan memberikan ujian untuk sekedar menyapa, untuk sekedar menguji, apakah dia masih ingat atau tidak. Kalau masih ingat, ujian itu akan segera berlalu, tapi kalau tidak, ya mungkin ujian itu akan menetap tidak mau pergi.

Intinya kehidupan tidak terus menerus akan mulus, ada dimana harus menerima ujian, ada dimana harus menikmati kesuksesan dan keberhasilan. Yang terpenting terus bersabar, berusaha dan tentunya selalu ingat dengan sang Pemberi nikmat.

Wallahu A’lam


Comments

Leave a Reply