AMBYAR; Edisi Khusus Buat Kaum AMBYAR

360 views

Kata AMBYAR sendiri mulai viral sejak akibat lagu-lagu bapernya Didi Kempot. Banyak yang terbawa suasana larut dalam kesedihan dan kegalauan saat lagu-lagu Didi Kempot dinyanyikan. Lihat saja video yang bertebaran di youtube, bagaimana Sobat Ambyar saat nonton konsernya Didi Kempot.

Terhanyut dan terlarutnya penonton saat konsernya Didi Kempot pun ada beberapa pandangan.
Pertama, perspektif mantan korban AMBYAR atau yang sedang AMBYAR akibat perlakuan “Garangan” dan “Garanganwati” tentu melihatnya sebagai sesuatu yang wajar, sebab hal itu adalah ekspresi suasana batin dan hati.
Kedua, perspektif mereka yang tidak memahami rasanya AMBYAR, tentu melihatnya sebagai sesuatu yang alay bin lebay. Nah bagaimana kita menanggapinya? Menurut saya sih kita biarkan saja mereka mengkespresikan suasana batinnya asal tidak mengganggu yang lain. Bahasa gampangnya tuh “Beri Kesempatan Ia Bahagia Dalam Ke-tidak-bahagiaannya”.

Sebenarnya fenomena Ambyar senantiasa ada di setiap masa dan tempat, dan akan ter-refleksikan sesuai dengan masa dan tempatnya masing-masing.

Zaman nenek moyang dulu, sebenarnya sudah ada namanya AMBYAR, namun ekspresi dan aktualisasi AMBYARnya ya sesuai dengan masa itu, AMBYAR dirasakan sendiri, diaktualisasikan sendiri bahkan disimpan sendiri sehingga tak banyak yang tau.

Beda dengan zaman sekarang yang serba digital online. AMBYAR sedikit saja langsung baper, upload ke medsos. Nah dari sinilah akhirnya banyak yang tau dan menjalar kemana-mana. Sehingga dengan fasilitas medsos, akhirnya fenomena ini berkembang menjadi AMBYAR berjama’ah. Sobat AMBYAR ini merasa senang jika ia bersama dengan sesama AMBYAR. AMBYAR ketemu AMBYAR sama dengan AMBYAR Berjama’ah.

Tapi perlu juga di identifikasi, tidak semua orang itu benar-benar AMBYAR lho, sebab “Ada Yang Merasa Ditinggalkan, Padahal Sama Sekali Tidak Ada Ikatan”. nah kelompok inilah sebenarnya pembawa virus AMBYAR menjadi cepat menyebar luas.

Oleh Moh. Makmun

Solusi agar tidak mudah AMBYAR?!

Sebenarnya mereka yang memiliki aktivitas dan memiliki pengetahuan mendalam tentang asmara percintaan beserta tefek resikonya, tentunya tidak akan mudah AMBYAR. Dan inilah tugas kita semua untuk memberikan bekal dan wawasan kepada kaum millenial untuk mempersiapkan diri bisa menerima apapun yang terjadi dalam kehidupan ini. Salah satunya adalah dengan ngaji tasawuf modern yang dikemas dengan bahasa dan gaya anak muda. Ini tantangan tersendiri!.

Selama ini, kekosongan hati dan jiwa seseorang tidak lepas dari minimnya unsur religi. Nah unsur ini tidak bisa didapatkan melalui jalan fiqh, melainkan jalan tasawuf. Sehingga ketenangan batin seseorang terpenuhi.

Jalan tasawuf ini pun tidak mengharuskan masuk ke thariqat, tapi nilai-nilai tasawuf yang diajarkan pada mereka. Dan ini diperlukan Gus-Gus dan Ustad-Ustad gaul yang benar-benar paham ilmu psikologi dan tasawuf. Apalagi Gus atau Ustad tadi pernah ngalami AMBYAR, jadi tidak hanya teori melainkan sudah pernah mengalami dan mampu melewatinya ke-AMBYAR-annya dengan baik.

Renungan buat korban Ambyar
“Semakin kau mengingatnya, semakin sedih yang kau rasakan” inilah sebenarnya kuncinya. Mereka yang ditolak, dan dikhianati harusnya bersyukur atas apa yang menimpanya. Tanamkan #salamkhusnudzon dalam diri setiap orang.

Dikhianati kok bersyukur? Di tolak kok bersyukur? Iya, sebab dengan ditolak dan atau dikhianati berarti Tuhan tidak mau kita bersama orang yang tidak tepat untuk kita. Berarti orang tersebut ada sisi negatif yang nantinya akan merugikan kita di kemudian hari. Sebab Tuhan sayang dengan kita, makanya buru-buru Tuhan menjauhkan orang tersebut dengan kita.

Dengan mindset seperti ini, maka kita bisa dengan santuiy damuiy menghadapinya dan melakukan aktivitas keseharian kita. Tak hanya itu, adanya penghianatan dan penolakan harus menjadi cambuk api bagi seseorang untuk menunjukkan bahwa tanpa dia, kita bisa lebih sukses dan bahagia. Jangan malah loyo, melempem dan menjadi manusia MADESU (Masa Depan Suram) yang justru akan menjadi bahan ketawaan dan bully-an si dia n the genk. Kalau dah demikian, yang pantas disematkan adalah “Ibarat Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Plus Terkubur Cor-Coran”.

SADARILAH bahwa Tuhan menciptakan kita untuk bahagia, bukan untuk bersedih. Orang tua melahirkan kita agar menjadi orang yang berguna, bukan untuk terluka. Banyak orang yang suka pada kita dan masih banyak orang yang tepat menunggu kita di masa yang tepat.

INGATLAH!! Sakit hati karena wanita, obatnya ya cari hati dari wanita lain. Sakit hati karena cowok, ya cari hati lagi dari cowok lain. Emank cewek cuman dia?! Emank cowok cuman dia!? Ibarat orang sakit kepala, obatnya ya obat sakit kepala bukan obat sakit perut.


Comments

Leave a Reply